Ketika cinta sudah mulai bersemi dalam hati dan dihadapkan pada suatu kenyataan yang terjadi, timbullah pertanyaan dalam benak, bisakah kita memupuk dan memelihara benih-benih cinta yang tumbuh ini? atau malah kita harus membiarkannya layu dan akhirnya mati oleh masa?. Dilema, ini sungguh dilema, hingga akhirnyapun bertanya kembali, kepada siapakah hati ini harus berlabuh??
Hari demi hari rasa yang ada dalam hati ini semakin tumbuh, ibarat bunga mawar yang kian mekar karena terawat dengan baik, namun terkadang bunga ini tertegun kembali dan bertanya lagi, apakah aku ini akan selalu terawat?!, alaaah,,, ini hanya pertanyaan yang tidak perlu dijawab, karena yang pastinya bungaku akan selalu aku jaga, hingga tiba masanya untuk aku potong dari tangkainya, dan tumbuh bunga mawar yang baru lagi. Namun selama masa itu belum datang, aku akan merawat bunga manis dan indahku ini dengan baik sampai darahku berhenti mengalir, dan mudah-mudahan waktu itu tidak datang.,
Iya itulah aku. Aku akan merawat dan melindungi bunga mawarku selamanya, karena bagiku bunga ini adalah nafas hidupku aku butuh dia dalam menjalani hidup ini, dan aku tidak akan kemana-mana, apalagi hanya untuk mecari bunga yang lain, maaf itu bukan aku. Aku hanya ingin mempertahankan sesuatu yang telah aku pegang, apalagi mawar seindah dan semanis kamu, aku akan menjadi orang yang nista jika aku menyia-nyiakan kamu sayank. Tidak ada kebahagiaan yang berarti dalam hidupku, selain menjaga dan melihat senyuman yang selalu menghiasi bibirmu yang manis itu, bibirmu yang indah dan dari bibirmu pula terucap kata-kata manja.,
Senyummu adalah semangat bagiku dan dengan senyummu itu pula terkadang aku juga menangis bahwa betapa bahagianya aku. Masih ingatkah kamu dengan senyuman yang pernah kamu letakkan diluar pagar depan kosku?., dipagi hari saat aku terbangun dari tidurku dan membuka jendela kamarku, saat itu juga aku ikut tersenyum melihat senyummu yang slalu menyapa aku.
Cinta untuk siapa??.. Tidak ada seorangpun yang bisa menjawab pertanyaan itu dengan jelas saat ini, apalagi aku!! bahkan mungkin kamupun juga begitu., tapi aku hanya bisa berharap pada waktu yang terus berjalan bahwa cinta ini untuk "opo syeeeh"Q., yang slalu aku sayangi dengan tulus hati ini., Yach,,, namanya ja harapan ini merupakan do'a yang senantiasa slalu aku lantunkan kepada Allah supaya aku bisa miliki kamu seutuhnya., Amien
Manusia berusaha dan berdo'a, Allah yang menentukan (Man proposes, God is proses)
Namun bila yang terjadi tidak seperti apa yang aku harapkan, aku akan menerima itu dengan lapang dada, dan aku sama sekali tidak akan merasa menyesal, karena bagiku (Struggle without sacrifice is nonsense. All the beginning is difficult. Just be pation and more wish). Hidup ini memang penuh sekali lika-liku perjalanannya.,

