Welcome to my blog :)

rss

Sabtu, 04 Juni 2011

Cinta ini untuk Siapa??? :)

Ada yang bilang "Cintailah apa yang kamu miliki, tapi jangan miliki apa yang kamu cintai". Jadi cinta itu tidak harus memiliki dong yaa. Tapi apakah sampai setega itu, seseorang yang kita cintai dengan tulus, sementara kita harus merelakannya untuk dimiliki oleh orang lain?!, trus, dimana letak korelasinya antara cinta yang kita berikan, tapi tidak bisa memiliki orang yang kita cintai, dengan cinta yang diberikan oleh orang lain, tapi dia bisa memiliki orang yang mereka cintai?!, ataukah ini hanya perjalanan hidup siapa yang lebih cepat, maka ialah yang akan beruntung??
Berbicara tentang cinta memang membingungkan, terkadang sangat indah, karena beribu macam kebahagiaan yang diberikan namun terkadang juga sangat menyakitkan, karena beribu macam kepedihan pula yang terasa, iya,, dua rasa inilah yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Tapi itulah mungkin perjalanan cinta sejati yang harus kita lalui, hingga kita temukan makna sesungguhnya dari cinta itu, kebahagiaankah? ato malah kesengsaraan yang kita dapat?? Akupun juga tidak bisa menjawabnya, karena juga sedang dalam proses, aku yakin kita akan bahagia, tapi kamu jangan pernah menyerah dalam perjalanan cintamu, teruslah bangkit dan bersemangatlah (Never back down). Karena jika kamu mulai pasrah dan menyerah, maka kamu tidak ada bedanya dengan sebuah bola plastik yang berada diatas air, kamu akan hanyut terbawa arus dan kamupun juga akan kebingungan dengan dirimu sendiri.
Bukankah kamu sudah tahu bahwa dalam perjalanan hidup ini tidak selalu mulus?. Sesuatu yang kita rencanakan dengan mateng tapi dalam pelaksanaannya kita malah menuai sebuah kegagalan yang teramat pedih. kamu boleh menangisi kegagalan itu, sebagai proses balas dendam dan mencoba memuaskan hatimu, tapi kamu tidak boleh terbuai dalam kegagalan itu, kamu harus bangkit dan tunjukkan bahwa kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan.
Ketika cinta sudah mulai bersemi dalam hati dan dihadapkan pada suatu kenyataan yang terjadi, timbullah pertanyaan dalam benak, bisakah kita memupuk dan memelihara benih-benih cinta yang tumbuh ini? atau malah kita harus membiarkannya layu dan akhirnya mati oleh masa?. Dilema, ini sungguh dilema, hingga akhirnyapun bertanya kembali, kepada siapakah hati ini harus berlabuh??
Hari demi hari rasa yang ada dalam hati ini semakin tumbuh, ibarat bunga mawar yang kian mekar karena terawat dengan baik, namun terkadang bunga ini tertegun kembali dan bertanya lagi, apakah aku ini akan selalu terawat?!, alaaah,,, ini hanya pertanyaan yang tidak perlu dijawab, karena yang pastinya bungaku akan selalu aku jaga, hingga tiba masanya untuk aku potong dari tangkainya, dan tumbuh bunga mawar yang baru lagi. Namun selama masa itu belum datang, aku akan merawat bunga manis dan indahku ini dengan baik sampai darahku berhenti mengalir, dan mudah-mudahan waktu itu tidak datang.,
Iya itulah aku. Aku akan merawat dan melindungi bunga mawarku selamanya, karena bagiku bunga ini adalah nafas hidupku aku butuh dia dalam menjalani hidup ini, dan aku tidak akan kemana-mana, apalagi hanya untuk mecari bunga yang lain, maaf itu bukan aku. Aku hanya ingin mempertahankan sesuatu yang telah aku pegang, apalagi mawar seindah dan semanis kamu, aku akan menjadi orang yang nista jika aku menyia-nyiakan kamu sayank. Tidak ada kebahagiaan yang berarti dalam hidupku, selain menjaga dan melihat senyuman yang selalu menghiasi bibirmu yang manis itu, bibirmu yang indah dan dari bibirmu pula terucap kata-kata manja.,
Senyummu adalah semangat bagiku dan dengan senyummu itu pula terkadang aku juga menangis bahwa betapa bahagianya aku. Masih ingatkah kamu dengan senyuman yang pernah kamu letakkan diluar pagar depan kosku?., dipagi hari saat aku terbangun dari tidurku dan membuka jendela kamarku, saat itu juga aku ikut tersenyum melihat senyummu yang slalu menyapa aku.
Cinta untuk siapa??.. Tidak ada seorangpun yang bisa menjawab pertanyaan itu dengan jelas saat ini, apalagi aku!! bahkan mungkin kamupun juga begitu., tapi aku hanya bisa berharap pada waktu yang terus berjalan bahwa cinta ini untuk "opo syeeeh"Q., yang slalu aku sayangi dengan tulus hati ini., Yach,,, namanya ja harapan ini merupakan do'a yang senantiasa slalu aku lantunkan kepada Allah supaya aku bisa miliki kamu seutuhnya., Amien
Manusia berusaha dan berdo'a, Allah yang menentukan (Man proposes, God is proses)
Namun bila yang terjadi tidak seperti apa yang aku harapkan, aku akan menerima itu dengan lapang dada, dan aku sama sekali tidak akan merasa menyesal, karena bagiku (Struggle without sacrifice is nonsense. All the beginning is difficult. Just be pation and more wish). Hidup ini memang penuh sekali lika-liku perjalanannya.,
well, kesabaran dan ketabahanlah kuncinya, bersabar dalam menjalani penyelesainNYA dan tabah menghadapi cobaanNYA., dan yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kapasitas hambaNYA,
and don't forget, to keep your smile always :)

Tentang Cinta

Masih sulit kau memahami bibir yang bicara dan berubahnya roman muka
Pandang mataku saat bicara lihat pipiku akan kau lihat ribuan jejakmu
jika enggan untuk bicara diam akan katakan lebih dari maksudnya
Tentu kau tahu, api sulit padam jika membara
Besarnya ombak tergantung dari angin yang mendera

Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya meneteskan air mata

Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa sakit, dan mengakhiri hidup dengan rasa sakit
Mengawali cinta dengan harapan, menjalani cinta dengan kekhawatiran, dan mengakhiri cinta dengan kekecewaan
Jika awal cinta indah mengapa tidak pada awal dan akhir ceritanya
kesedihan didalamnya pun indah jika benar-benar mencinta
Karena tiap manusia hanya mencintai dirinya

Tak perlu merasa terancam
Aku tidak sedang menodongkan cinta
Aku hanya bercermin padamu
Apa engkau takut pada kata-kata yang terganti tajamnya goresan pena
Jangan mengiba seperti tanah gersang memandang langit
Jangan takut tajamnya pena tak mengiris urat nadi

Yang jauh dari cinta membeku seperti salju dan yang terlalu dekat dengan cinta akan menangis seperti awan
Api menghangatkan tapi jangan terlalu dekat luka bakar selalu terasa menyakitkan

Menurutmu cinta adalah jawaban akhir dari segalanya
Penolakan bukan vonis mati bagi terdakwa, bagiku seperti kebangkitan setelah mati
Awal cerita barulah dimulai

Jika kau bersikeras anggapalah cupid membidikkan panah tidak tepat pada sasarannya
Bila masih sulit untuk percaya, basuhlah muka, hiruplah napas dalam, dan pejamkan mata seraya berkata Aku mencitaimu...

Jumat, 05 November 2010

KRITIK TERHADAP PEMIKIRAN KARL MARX

Jika kita perhatikan bahwa pemikiran marx merupakan bentuk keprihatinan mengenai nasib buruh yang amat memprihatinkan di eropa kala itu. Dalam sistem kapitalisme eropa pada saat itu buruh amat di eksploitasi tenaganya dengan upah yang sangat murah untuk memenuhi kebutuhan produksi para pemilik modal. Dalam teorinya yang terkenal surplus value, marx menggambarkan bahwa dalam suatu nilai komoditas buruh hanya mendapat jatah yang merupakan sebagian dari biaya produksi, sedangkan yang menjadi surplus dari komoditas tersebut tidak dinikmati sama sekali oleh para buruh. Hal ini yang kemudian mendasari munculnya teori sosialisme marxisme.

Lebih lanjut menurut marx, kondisi tersebut menunjukkan kapitalisme yang semakin tinggi justru akan menghancurkan kapitalisme itu sendiri. Kapitalisme selalu berusaha memperbanyak pegumpulan kekayaan. Membeli byk modal dan relatif tdk butuh tenaga kerja akan mengurangi nilai surplus keuntungan.Penggantian tenaga kerja dgn mesin akan meningkatkan pengangguran . serta dengan upah yang tetap rendah akan menimbulkan keresahan sosial. Ini akan mengakhiri kapitalisme.

Marx berpendapat bahwa kehancuran kapitalisme akan ditandai engan revolusi sosial yang dilakukan para buruh. Revolusi sosial tersebut akan mengubah tatanan masyarakat dari ekonomi kapitalis menuju ekonomi sosialis. Keberhasilan Ekonomi sosialis baru tersebut akan ditandai oleh beberapa hal seperti penghapusan hak milik atas tanah dan menggunakan semua bentuk sewa tanah u/ tujuan2 umum,program pajak pendapatan progresif atau gradual,Pemusatan kredit di tangan Negara,Pemusatan alat2 komunikasi dan transportasi di tangan Negara,,Pengembangan pabrik2 dan alat2 produksi milik negara.

Sampai pada tahap tersebut sebenarnya tidak ada masalah antara pemikiran marx dengan para revisionisnya. Namun satu perbedaan yang menjadi perdebatan adalah mengenai cara revolusi sosial yang digambarkan marx tersebut terjadi. Marx berpendapat bahwa revolusi sosial tersebut akan terjadi dengan sendirinya. Oleh karena itu selama tahap kapitalisme menuju kehancuran buruh juga akan dimatangkan dengan sendirinya untuk mengganti tatanan kapitalisme itu. Pendapat tersebut yang dianggap oleh para revisionis menjadi kelemahan dari pemikiran marx.

Ketika saya membaca pokok pokok pikiran Bernstein (salah satu revisionis marx yang muncul dengan pemikirannya sendiri. Bernstein merupakan seorang politisi disamping sebagai teoriwan sosialis democrat jerman.) dengan kondisi ekonomi sekarang, saya mendapatkan gambaran yang lebih rasional tentang bagaimana perubahan menuju sosialisme bisa terjadi. bagaimana tidak, jika marx menggambarkan sosialisme hanya akan tercipta ketika kapitalisme runtuh, maka selama kapitalisme masih dapat mempertahankan surplus valuenya otomatis revolusi sosial tidak akan terjadi. Lebih riilnya lagi apabila apabila Negara Negara pendukung kapitalisme sukses dalam kebijakan kebijakan anti monopoli dan pasar bebasnya, maka seperti yang dikatakan Bernstein, kapitalisme tidaklah sedang menuju kehancuran. Hal itu berarti amat sulit untuk mengharapkan revolusi sosial terjadi secara otomatis.

Bernstein seperti halnya revisionis yang lain memikirkan cara untuk mempercepat terjadinya sosialisme. Namun tidak seperti Lenin yang gagal melaksanakan revolusi sosial di Russia, pemikiran bernstein tampaknya mempunyai progress dari waktu ke waktu dan lebih bisa diterima di Negara Negara penganut paham kapitalis itu sendiri. Seperti halnya di inggris dimana partai serikat buruh berhasil secara terus menerus menguasai parlemen. Hal itu berakibat nilai tawar buruh di inggris yang tinggi.

Satu lagi yang menjadi kelebihan dari pemikiran ini adalah pada saat terjadinya perubahan menuju sosialisme terlihat bahwa lebih kecil kemungkinan terjadi chaos dan stagnasi ekonomi. Hal itu disebabkan karena dalam pemikiran Bernstein pada saat perubahan menuju sosialisme, kapitalisme akan secara sukarela untuk digantikan. Jauh berbeda dengan Lenin dimana perubahan sosial dilakukan dengan menghapus secara paksa kapitalisme.

Artinya pemikiran Bernstein layak dikedepankan dalam proses menuju masyarakat sosialisme seperti yang diutopiakan oleh karl marx dimana terdapat pembagian hasil yang adil dalam ekonomi masyarakat.

Ilmplikasi-implikasi teori Marx tentang masyarakat pada dasarnya berhubungan sebab-akibat. Dengan menelanjangi mekanisme-mekanisme yang berlangsung di dalam ekonomi kapitalis Marx merasa mampu meramalkan keruntuhannya yang segera menyonsong. Selain itu, dilihat dari teorinya tentang produksi pabrik dan stabilitas sistem yang ada di dalamnya, maka dapat ditemukan bahwa ilmplikasi Marx juga merujuk pada revolusi proktarial.

Teori Marxian kadang-kadang dikatakan tidak konsisten di dalam dirinya sendiri. Marx tidak berpikir bahwa sebab-sebab material dari tingkah-laku sosial melampaui kesadaran manusia. Ketidak konsisten-an dikatakan terjadi dalam kritik Marx atas moralitas sebagai ungkapan dari kepentingan-kepentingan kelas yang disembunyikan sebagai patokan-patokan hak yang bersifat universal dan dipakai oleh kelas-kelas lain sebagai hasil dari kesadaran palsu. Kelemahan Marx sebagai seorang filsuf moral barangkali adalah dia relatif kurang memberi persetujuan evaluatif mengenai prioritas moral dari kedamaian, kemakmuran, harmoni sosial dan kerja kreatif...

Rabu, 20 Oktober 2010

ANALISIS DESA DENGAN 5 POKOK MASALAH HIDUP YANG MENENTUKAN ORIENTASI NILAI BUDAYA



ANALISIS DESA DENGAN

5 POKOK MASALAH HIDUP YANG MENENTUKAN ORIENTASI NILAI BUDAYA

“F.R. KLUCKHON DAN F.L. STROTBECK”

( DESA BELUK KENEK KEC.AMBUNTEN KAB. SUMENEP )

Disini kami mencoba untuk menganalisa Desa Beluk Kenek Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep dengan 5 pokok masalah hidup yang menentukan orientasi nilai budaya (F.R. Kluckhon dan F.L. Strotbeck) yang telah ada dalam buku sosiologi pedesaan.

Desa di atas terletak di bagian utara kota sumenep (daerah pantura), karena desa ini sekitar 3 kilo dari laut. Masyarakat desa ini merupakan masyarakat yang notabeninya menggeluti profesi sebagai petani, pedagang dan melaut, namun ada juga yang berprofesi sebagai guru dilembaga sekitar.

1.Hakekat dan sifat hidup

Disini kami menitik beratkan terhadap hidup itu buruk dan harus diperbaiki, karena orientasi yang akan kami bahas nanti adalah konflik yang terjadi di sebagian lapis masyarakat yang ada dalam desa tersebut, seperti halnya pemilihan kepala desa yang mungkin juga sering digelar didesa-desa lain, hal itu rentan menimbulkan konflik antara calon satu dan calon lainnya, baik itu sebelum dan sesudah pilkades. Seperti yang terjadi didesa yang kami jadikan sampel, hal yang memicu timbulnya konflik tersebut juga bervariasi, mulai dari kekecewaan, pembagian tanah pecaton, dll. Konflik lain yang juga kami temui didesa itu adalah kepemilikan pohon yang tidak jelas, dalam artian antara kedua belah pihak sama-sama mengakui bahwa pohon A ini miliknya karena pohonnya itu lebih dekat dengan lahan tanahnya, sehingga nantinya juga menimbulkan adu mulut yang berujung pada adu fisik.

2. Hakikat karya

Dalam analisa hakikat karya ini kami berorientasi pada Sub karya untuk hidup, karena di desa ini banyak sekali orang yang kreatif dalam berkarya atau melakukan suatu pekerjaan yang mungkin tidak semua orang bisa menekuni orientasinya adalah untuk melangsungkan kehidupan yang layak. Dalam artian hal tersebut juga tidak menutup kemungkinan untuk mencapai suatu kedudukan yang lebih ditimbang dari yang lainnya. Seperti halnya melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, yang hal tersebut masih sangat minim sekali para remaja menerapkannya.

3. Hakikat manusia dalam ruang waktu

Pada poin hakikat ketiga ini masyarakat desa yang kami jadikan sampel orientasinya adalah masa depan, terbukti dengan adanya masyarakat yang masih memikirkan anak cucunya dengan memperbanyak lahan persawahan dan penanaman pepohonan di persawahan mereka. Hal itu dilakukan karena mereka berpikir ketika ia nanti tiada anak cucunya bisa meneruskan lahan dan tanamannya untuk dijadikan sebagai asset atau simpanan jangka panjang. Hal lain juga dapat kami lihat di desa tersebut yaitu adanya kepedulian terhadap kepentingan bersama dalam jangka panjang, seperti tidak diperbolehkannya mobil pengangkut alat berat melewati jalan tersebut karena khawatir jalan cepet rusak. Hal yang demikian menurut kami masyarakat desa tersebut sudah berorientasi terhadap masa depan.

4. Hakikat hubungan manusia dengan alam

Pada hakikat ini kami orientasikan desa kami pada masyarakat yang menguasai alam, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang bisa mengelola alam dengan baik seperti halnya persawahan yang menjadi lahan pertanian dan juga bisa mengoperasikan tekhnologi yang ada seperti alat untuk membajak sawah. Hal itu menurut kami termasuk dalam katagori masyarakat yang bisa menguasai alam atau bisa mengendalikan alam sekitar untuk dijadikan sebagai alat untuk memicu meningkatnya perekonomian dan pembangunan yang ada di desa tersebut.

5. Hakikat hubungan manusia dengan manusia

Selain daripada itu kehidupan masyarakat desa tersebut bisa dikatakan sangat rukun dan peduli antar sesama, dalam artian masyarakat desa ini bisa digolongkan dalam katagori masyarakat yang suka tolong menolong, seperti yang dijelaskan dalam hakikat hubungan manusia dengan manusia yang mana didalamnya mengandung sub yang mengarah pada jiwa tolong menolong, didesa yang kami teliti di sini merupakan desa yang masih kental sekali dengan istilah tolong meolong , mengapa demikian setelah kami lihat dilapangan dan kami korelasikan dengan beberapa penjelasan yang ada dalam bukunya sajogyo pudjiwati sajogyo “sosiologi pedesaan” desa ini masih menganut sisitem tersebut, terbukti ketika desa tersebut ada suatu acara baik itu pernikahan, orang meninggal, orang membangun rumah,masyarakat dan tetangga disekitar yang mempunyai hajatan atau acara tersebut berbondong –bondong untuk membantu demi suksenya atau lancarnya acara tersebut, bahkan tetangga yang jauh sekalipun datang untuk membantu. mungkin mereka sadar bahwa dalam hidupnya pada hakikatnya ia selalu tergantung kepada sesamanya, maka dari itulah mereka berusaha untuk memelihara hubungan yang baik dengan sesamanya, selalu membantu satu sama lain, dan selalu ingat bahwa ia sebaiknya jangan berusaha menonjol melebihi yang lain dalam masyarakatnya.

Desa yang kami jadikan sampel disini memang masih sangat banyak sekali hal-hal yang ketika dikorelasikan dengan beberapa penjelasan yang ada dalam buku sosiologi pedesaan sangat erat sekali kaitannya, ada banyak variasi tolong menolong yang terjadi dalam desa kami, seperti tolong menolong yang mengharapkan untuk mendapatkan pertolongan juga (timbal balik) seperti dalam hal pertanian, ada sebagian orang yang terpengaruh untuk menolong orang lain karena mereka ingin mendapat pertolongan juga. Misalnya ketika musim panen jagung atau padi, mereka membantu manen karena mereka khawatir ketika ia mau panen nanti tidak ada yang membantu. Dan juga kebiasaan di desa yang kami jadikan sampel itu menganut sistem giliran. hal yang demikian itu kebanyakan terjadi dalam ranah pertanian. Namun tidak sedikit dari masyarakat desa belluk kenek kecamatan ambunten kabupaten sumenep yang melakukan pertolongan tersebut murni karena ia ingin membantu sesama.

Daftar pustaka :

-Sajogyo, Pudjiwati Sajogyo, sosiologi pedesaan, Yogyakarta 2002


Ditulis Oleh: Moh. Rusydi Zain